Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 93748 visitors
  Hits : 5804 hits
  Today : 37 users
  Online : 6 users
:: Kontak Admin ::

semut2007    beben_mr
Agenda
09 September 2010
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9

UNPAD Bandung Masih Utamakan Jalur SNMPTN

Tanggal : 07/04/2009

BANDUNG, (PR).-
Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung menyatakan tetap mengutamakan jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Dari 6.900 mahasiswa baru yang akan diterima pada tahun ajaran 2009/2010, sebanyak 55 persen di antaranya atau sekitar 3.800 orang, diterima lewat jalur SNMPTN. Sisanya, 3.100 mahasiswa, diperoleh lewat Saringan Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) atau dikenal masyarakat sebagai \\"jalur khusus\\".

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Panitia SMUP, Dr. Mien Hidayat dalam Pameran Pendidikan Unpad 2009 di Gedung Grha Sanusi Hardjadinata, Jln. Dipati Ukur, Bandung, akhir pekan lalu.

Mien mengatakan, Unpad tetap peduli terhadap pendidikan murah sehingga mengutamakan kuota SNMPTN. \\"Kita tetap mengutamakan SNMPTN, oleh karena itu perbandingan antara SNMPTN dan SMUP adalah 55 persen berbanding 45 persen. Rektor juga meminta agar kita tidak membebani masyarakat yang sedang kesusahan dengan mempersulit mereka meraih pendidikan,\\" ujarnya.

Tahun ini, Unpad menerima lebih sedikit mahasiswa dibandingkan dengan tahun lalu. Alasannya, beberapa fakultas sedang mengejar target yang ditetapkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi. Hal ini dilakukan demi perbaikan kualitas dengan memperhatikan rasio ideal mahasiswa dan pengajar. Jika tahun lalu Unpad menerima delapan ribu mahasiswa baru, tahun ini hanya 6.900 mahasiswa baru yang diterima.

Meskipun pihak Unpad mengklaim mengutamakan SNMPTN, data menyebutkan bahwa kenaikan signifikan persentase penerimaan jalur khusus. Pada tahun ajaran 2006/2007, tersedia hanya tiga puluh persen tempat bagi peserta jalur khusus dari total kuota penerimaan lima ribu mahasiswa. Persentase ini naik dalam dua tahun ajaran berikutnya, masing-masing menjadi 47 persen dan 45 persen dari total kuota penerimaan sekitar tujuh ribu mahasiswa baru.

Makin mahal

Maraknya PTN yang membuka jalur khusus menuai sorotan banyak kalangan. Pendidikan dirasakan makin mahal hingga sulit terakses. Hal ini diakui beberapa pengunjung acara Pameran Pendidikan Unpad 2009. Heni Juhaeni (40), warga Cimahi yang juga guru SMU Warga Bakti, mengaku saat ini semakin sulit untuk meraih jenjang pendidikan tinggi. \\"Beberapa anak didik saya memang ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi, tetapi kebanyakan memilih untuk bekerja,\\" ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Zahra Mardiah (18). Lulusan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13 yang ingin mengikuti seleksi SNMPTN dengan pilihan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) ini, mengaku tidak berani mengikuti SMUP. \\"Terlalu mahal, saya tidak berani. Meski tidak terlalu optimistis bisa lulus SNMPTN, satu kursi diperebutkan puluhan ribu orang gitu, tapi ya berusaha saja,\\" tuturnya.

Menanggapi keluhan ini, Mien mengatakan, hal tersebut jangan hanya dilihat dari luarnya. Dia mencontohkan, dengan dana pengembangan di FKG yang mencapai Rp 175 juta, bukan berarti semua mahasiswa dikenakan biaya sebesar itu. Hanya mahasiswa dari jalur khusus yang dibebani biaya sebesar itu. Mahasiswa yang masuk melalui SNMPTN hanya membayar dua juta rupiah untuk dana pengembangannya. \\"Dari kuota dua ratus mahasiswa di FKG, hanya empat puluh calon mahasiswa yang akan diterima melalui seleksi SMUP. Dari sinilah kita harapkan ada subsidi silang,\\" kata Mien. (A-165)***



Kembali ke Atas


Info Sekolah Lainnya :